Jumat, 28 November 2008


Sistem mesin frais CNC Sherline dirancang untuk memfrais hampir semua macam benda secara CNC. Akurat, serbaguna, dan sangat mudah membuat apa saja dari profil 2D mudah hingga profil bentukan 3D kompleks. Ahli teknik berpengalaman akan mendapatkan keleluasaan pilihan yang tersedia untuk pengaturan kompleks dan tingkatan lanjut pemesinan.

Ditunjukkan proses kontur dengan operasi 4 sumbu, membuat bilah turbin. Anda akan menemukan mesin ini tidak memiliki batasan untuk membuat barang kompleks kebutuhan Anda sendiri.

Mesin ini adalah mesin yang maju untuk keperluan anda akan pembuatan barang yang presisi dan kompleks. Mesin ini menggunakan kode-G dan kode-M standar untuk industri, membuat mesin ini sesuai untuk mempelajari CNC, secara mudah dan aman, bahkan untuk pemula.


Mesin ini adalah mesin produksi dasar untuk menghasilkan ahli teknik berkualitas tinggi, terpasang berikut dengan peralatan yang maju. Mesin frais ini dibuat dari bahan berkualitas tinggi dan dengan rancangan yang luar biasa, memberikan kemudahan dan keamanan dalam pengoperasian, bahkan untuk pemula. Kebanyakan mesin frais pada bengkel skala penuh tersedia dengan digital readout, dan fasilitas tersebut tersedia pada mesin frais Sherline juga. DRO sangat populer karena ia membuat hidup Anda sebagai seorang ahli teknik menjadi lebih mudah.

Pembacaan sumbu dapat di-reset menjadi pembacaan pada nol kapan Frais hingga 6” x 9” (152mm x 228mm) permukaan pemesinan tanpa menggeser benda. DRO termasuk encoder handwheel dan encoder untuk pembacaan terus-menerus rpm spindel.

JENIS - JENIS MESIN CNC


A. Spesifikasi mekanik

- Diameter benda kerja maksimum di atas bed : 300 mm

- Diameter benda kerja maksimum di atas eretan : 144 mm

- Panjang benda kerja maksimum : 750 mm

- Diameter lubang sumbu utama minimum: 38 mm

- Ketirusan lubang sumbu utama : Morse 5

- Kecepatan putar minimal sumbu utama : 70 rpm

- Kecepatan putar maksimal : 2.200 rpm

- Daerah jelajah pada sumbu-X (sumbu melintang) minimum : 185 mm

- Daerah jelajah pada sumbu-Z (sumbu memanjang) minimum: 495 mm

- Ketelitian display pada sumbu-X : 0,001 mm

- Ketelitian display pada sumbu-Y : 0,001 mm

- Kecepatan gerak maksimum alat potong pada sumbu-X : 2.000 mm/menit

- Kecepatan gerak maksimum alat potong pada sumbu-Z : 4.000 mm/menit

- Penampang maksimal pemegang pahat : 16 x 16 mm

- Jumlah posisi alat potong siap pakai : 6

- Diameter sarung kepala lepas minimum: 45 mm

- Ketirusan lubang sarung kepala lepas : Morse 3

- Kebutuhan enegi listrik pada saat beban penuh (motor utama,

motor Pendingin, motor pengendali sumbu X, motor pengendali sumbu Z, Motor penggerak turret dalam keadaan beban penuh) minimum : 2,7 KW/380V , 3 phase

Motor spindle pakai inverter

Dimensi mesin minimum : 1960 x 1140 x 1750

B. Spesifikasi control system

- Bahasa Sinumerik

- CNC System Siemens 802 S ( base line )

- Pemrograman :

· PC Base ( Windows )

· High Level language ( LCYC )

- Progammable tool changer

- Memakai display LCD yang lebih besar

- Interfase RS 232 untuk program online dan offline

C. Training untuk instruktur selama 1 minggu untuk

Dua orang instruktur

D. Spesifikasi pahat bubut

- Pahat potong kanan sebanyak 1 unit plus insert 5 pcs

- Pahat potong kiri sebanyak 1 unit plus insert 5 pcs

- Pahat potong lurus/netral sebanyak 1 unit plus insert 5 pcs

- Pahat potong ulir sebanyak 1 unit plus insert 5 pcs

Jumat, 05 September 2008

bidang keahlian permesinan


Bidang keahlian permesinan adalah salah satu jurusan ataw bidang keahlian yang diunggulkan di SMK n 2 Tasikmalaya. Selain itu di jurusan permesinan banyak menghasilkan individu-individu yang kreatif di sekolah maupun di industri.
Bidang permesinan menyediakan berbagai fasilitas sebagai pendukungn untuk belajar dan praktik ddalam bidang permesinan,diantaranya : sejumlah ruangan untuk membahas teori,berbagai mesin seperti mesin bubut, mesin fris, mesin gerinda,mesin CNC, dan sebagainnya.



1. Mesin Bubut



Mesin BubutBubut merupakan suatu proses pemakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda kerja. Gerakan putar dari benda kerja disebut gerak potong relatif dan gerakkan translasi dari pahat disebut gerak umpan (feeding).Dengan mengatur perbandingan kecepatan rotasi benda kerja dan kecepatan translasi pahat maka akan diperoleh berbagai macam ulir dengan ukuran kisar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan dengna jalan menukar roda gigi translasi (change gears) yang menghubungkan poros spindel dengan poros ulir (lead screw).Roda gigi penukar disediakan secara khusus untuk memenuhi keperluan pembuatan ulir. Jumlah gigi pada masing-masing roda gigi penukar bervariasi besarnya mulai dari jumlah 15 sampai dengan jumlah gigi maksimum 127. roda gigi penukar dengan jumlah 127 mempunyai ke khususan karena digunakan untuk monversi dari ulir metrik ke ulir inchi


2.mesin fris


Mesin Freis Freis merupakan suatu proses memakanan benda kerja yang sayatannya dilakukan dengan menggunakan pahat yang diputar oleh poros spindel mesin. Pahat Freis (milling cutter) termasuk jenis pahat bersisi potong banyak (multiple point tool). Mesin Freis dari segi operasionalnya dapat diklasifikasikan sebagai berikut:a Mesin Freis horizontal b Mesin Freis vertikal c Mesin Freis serba guna (universal)d Mesin Freis khusus (special purpose)Jenis-jenis Freis tersebut diatas memiliki prinsip kerja yang sama. Yang membedakan adalah ukuran benda kerja yang dapat dikerja oleh mesin Freis.


3. mesin gerinda

Mesin Gerinda Mesin gerinda merupakan proses menghaluskan permukaan yang digunakan pada tahap finishing dengan daerah toleransi yang sangat kecil sehingga mesin ini harus memiliki konstruksi yang sangat kokoh. • Bagian-bagian Mesin Gerinda Bagian badan mesin yang biasanya terbuat dari besi tuang yang memiliki sifat sebagai peredam getaran yang baik. Fungsinya adalah untuk menopang meja kerja dan menopang kepala rumah spindel. Bagian poros spindel merupakan bagian yang kritis karena harus berputar dengan kecepatan tinggi juga dibebani gaya pemotongan pada batu gerindanya dalam berbagai arah.  Bagian meja juga merupakan bagian yang dapat mempengaruhi hasil kerja proses gerinda karena diatas meja inilah benda kerja diletakkan melalui suatu ragum ataupun magnetic chuck yang dikencangkan pada meja ini.